Apa Itu Multiplier dan Bagaimana Cara Kerjanya?

kuda77 Bayangkan Anda membelanjakan Rp100.000 di sebuah warung kopi lokal. Pemilik warung kemudian menggunakan uang tersebut untuk membayar gaji karyawannya. Karyawan tersebut lalu menggunakan sebagian gajinya untuk membeli beras di pasar. Penjual beras menggunakan uang itu untuk membayar biaya transportasi, dan seterusnya.

Fenomena di mana satu rupiah yang dibelanjakan berubah menjadi pendapatan berkali-kali lipat bagi orang lain inilah yang disebut dengan Multiplier Effect (Efek Pengganda).


Memahami Konsep Dasar Multiplier

Dalam ekonomi, Multiplier adalah faktor perubahan dalam pendapatan nasional yang dihasilkan dari perubahan dalam pengeluaran (seperti investasi, belanja pemerintah, atau ekspor). Secara sederhana, ini adalah angka yang menunjukkan seberapa besar pendapatan nasional akan meningkat sebagai respons terhadap peningkatan pengeluaran tertentu.

Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh John Maynard Keynes. Ia berpendapat bahwa setiap suntikan dana ke dalam perekonomian akan menghasilkan dampak akhir yang lebih besar daripada jumlah awal yang disuntikkan.


Bagaimana Cara Kerjanya?

Cara kerja multiplier sangat bergantung pada perilaku konsumsi masyarakat. Intinya adalah rantai reaksi belanja:

  1. Suntikan Awal: Pemerintah atau pihak swasta melakukan investasi (misalnya membangun jembatan senilai Rp1 triliun).
  2. Pendapatan Baru: Uang Rp1 triliun ini menjadi pendapatan bagi kontraktor, buruh, dan penyedia material.
  3. Konsumsi Lanjutan: Orang-orang yang menerima pendapatan baru ini tidak menyimpan semua uangnya. Mereka akan membelanjakan sebagian (misal 80%) untuk kebutuhan hidup.
  4. Putaran Berulang: Belanja tersebut menjadi pendapatan bagi pihak lain, yang kemudian akan membelanjakannya lagi.

Rumus Sederhana

Besarnya multiplier ditentukan oleh seberapa banyak orang cenderung berbelanja daripada menabung. Dalam matematika ekonomi, rumusnya adalah:

$$M = \frac{1}{1 – MPC}$$

Di mana:

  • $M$: Multiplier
  • $MPC$ (Marginal Propensity to Consume): Bagian dari pendapatan tambahan yang digunakan untuk konsumsi.

Contoh: Jika orang menghabiskan 80% ($0,8$) dari setiap rupiah tambahan yang mereka terima, maka multiplier-nya adalah $1 / (1 – 0,8) = 5$. Artinya, setiap investasi Rp1 juta bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi total sebesar Rp5 juta.


Faktor yang Menghambat (Leakages)

Tidak semua uang akan terus berputar selamanya. Ada yang disebut dengan “kebocoran” (leakages) yang memperkecil angka pengganda, antara lain:

  • Tabungan: Uang yang disimpan di bawah bantal atau tidak diputar kembali ke pasar.
  • Pajak: Sebagian pendapatan diambil negara sebelum bisa dibelanjakan kembali.
  • Impor: Jika Anda membeli barang dari luar negeri, uang tersebut keluar dari siklus ekonomi domestik.

Mengapa Multiplier Penting?

Memahami multiplier membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan:

  • Stimulus Fiskal: Membantu menentukan berapa banyak anggaran yang harus dikeluarkan untuk menarik ekonomi keluar dari resesi.
  • Prioritas Proyek: Pemerintah bisa memilih proyek yang memiliki multiplier tinggi (seperti infrastruktur atau pendidikan) dibandingkan yang multiplier-nya rendah.
  • Prediksi Ekonomi: Membantu para ahli memprediksi dampak dari perubahan suku bunga atau kebijakan pajak.

Kesimpulan

Multiplier effect adalah bukti bahwa ekonomi kita saling terhubung. Keputusan kecil untuk berbelanja atau berinvestasi hari ini bisa memicu gelombang aktivitas ekonomi yang jauh lebih besar dari yang kita duga. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada seberapa produktif masyarakat mengalirkan kembali uang tersebut ke dalam sistem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *